Klaim Bermasalah? Pahami Kondisi Pre-Existing Condition

Ilustrasi Asuransi (Photo by RODNAE/Pexels)

Pernah mendengar atau membaca tentang pre-existing condition dalam asuransi? Ketentuan soal kondisi ini penting untuk diketahui agar Anda tidak mengalami masalah atau kesulitan saat mengajukan klaim.

Yang dimaksud dengan pre-existing condition dalam asuransi adalah kondisi di mana segala jenis penyakit, cedera, atau ketidakmampuan yang tanda atau gejalanya diketahui atau tidak diketahui oleh Anda, baik telah ataupun belum didiagnosis/mendapatkan perawatan/pengobatan/saran/konsultasi oleh dokter, yang terjadi sebelum polis diterbitkan, atau Pemulihan Polis mana yang paling akhir sesuai dengan ketentuan Polis.

Mudahnya, pre-existing condition adalah kondisi di mana Anda sudah terdiagnosa atau memiliki riwayat penyakit tertentu pada saat mendaftar ke asuransi. Jadi, bila Anda jujur tentang kondisi kesehatan Anda sejak awal mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi, maka proses klaim ke depannya akan lebih lancar dan mudah.

Sebagai gambaran, bayangkan Anda memiliki sebuah kendaraan yang pernah terbakar atau terendam banjir. Tentunya perusahaan asuransi tak akan langsung bersedia menanggung proteksi atas kendaraan Anda karena risiko yang ditanggung akan sangat besar.

Sangat penting bagi calon nasabah untuk menginformasikan mengenai pre-existing condition sebenar-benarnya kepada pihak asuransi. Sebab, apabila di kemudian hari pihak asuransi menemukan fakta bahwa informasi yang diberikan seputar pre-existing condition tidak benar, maka perusahaan asuransi bisa membatalkan polis dan menolak pengajuan klaim.

Namun tenang, bukan berarti memiliki pre-existing condition tidak bisa dilindungi asuransi. Calon nasabah dengan pre-existing condition masih bisa mendapatkan perlindungan asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi tetap bisa menerima calon nasabah dengan pre-existing condition jika merupakan nasabah lama. Dengan syarat, calon nasabah tidak pernah mengajukan klaim terkait penyakit yang diidap, serta tak pernah menjalani perawatan medis untuk penyakit itu dalam waktu tertentu.

Calon nasabah juga bisa menjadi pemegang polis dengan pengecualian, misalnya menjadi nasabah pemegang polis namun penyakit yang termasuk pre-existing condition tidak akan ikut ditanggung.

Opsi lain, adalah pihak perusahaan asuransi juga bisa menerima calon nasabah dengan syarat membayar premi yang tarifnya lebih tinggi. Kenaikan premi dilakukan karena risiko terhadap pre-existing condition cenderung lebih tinggi.

Pre-Existing Condition Kerap Jadi Alasan Klaim Asuransi Bermasalah

Pre-existing condition juga tak jarang menjadi alasan perselisihan bahkan menjadi masalah asuransi antara nasabah yang teriak rugi dan perusahaan asuransi karena kurangnya pemahaman mengenai hal tersebut.

Agar tidak mengalami penolakan klaim asuransi yang dapat mengakibatkan keluhan nasabah, maka calon nasabah harus transparan. Anda harus bersikap terbuka dengan perusahaan asuransi mengenai riwayat kesehatan yang dimiliki. Tidak perlu menutup-nutupi penyakit bawaan atau penyakit sejak lahir.

Beberapa perusahaan asuransi mungkin menolak permohonan asuransi dengan kondisi pre-existing condition untuk menghindari nasabah teriak rugi terhadap klaim yang mengecewakan. Namun ada juga yang menerimanya dengan persyaratan dan ketentuan khusus tergantung kebijakan masing-masing perusahaan asuransi.

Sudah jelas tentang pre-existing condition? Jadi pastikan Anda selalu mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) ataupun SPAK (Surat Permohonan Asuransi Kesehatan) dengan sejujurnya, agar tidak terjadi masalah penolakan klaim di kemudian hari.

Prudential setia mendampingi dan melindungi ketahanan finansial nasabah serta keluarganya selama 175 tahun di dunia, termasuk 100 tahun di Asia dan lebih dari 27 tahun di Indonesia. Dari masa ke masa berbagai tantangan telah kami lewati, dan hingga hari ini Prudential Indonesia terus kokoh berdiri dan senantiasa mewujudkan komitmen perlindungan untuk masyarakat Indonesia, salah satunya tercermin dari pembayaran klaim sebesar lebih dari Rp 16 triliun selama 2022.

Hal ini dimungkinkan berkat kepercayaan yang diberikan oleh nasabah serta tata Kelola perusahaan yang baik untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan, dan fokus kami untuk mendukung mereka agar dapat #YakinMelangkah ke masa depan dan bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*